Pekan Suci St. Benediktus:
Gereja In-Progress, Iman Menyala🔥

Sebuah awal yang bersejarah dan kaya dengan pengalaman iman, mewarnai perjalanan Wilayah 24 dan Wilayah 25 Paroki St. Monika Serpong dalam mempersiapkan Perayaan Pekan Suci Paskah perdana di Gereja baru St. Benediktus tahun ini. Dipimpin oleh Ketua Panitia Michael Indra G. selaku Koordinator Wilayah 24 dan didampingi Wakil Ketua Tasia Dengah dari Wilayah 25, panitia mulai dibentuk sejak 20 Oktober 2025. Sebanyak 45 orang panitia inti dan total 140 orang panitia yang terdiri dari mulai anak-anak remaja sampai warsen, bergerak bersama dalam satu irama pelayanan. Meski waktu persiapan sekitar lima bulan terpotong oleh rangkaian libur besar seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Lebaran, semangat untuk menghadirkan perayaan Paskah perdana yang berkesan tetap menyala dan menjadi energi kolektif yang luar biasa.

Sebuah awal yang bersejarah dan kaya dengan pengalaman iman, mewarnai perjalanan Wilayah 24 dan Wilayah 25 Paroki St. Monika Serpong dalam mempersiapkan Perayaan Pekan Suci Paskah perdana di Gereja baru St. Benediktus tahun ini. Dipimpin oleh Ketua Panitia Michael Indra G. selaku Koordinator Wilayah 24 dan didampingi Wakil Ketua Tasia Dengah dari Wilayah 25, panitia mulai dibentuk sejak 20 Oktober 2025. Sebanyak 45 orang panitia inti dan total 140 orang panitia yang terdiri dari mulai anak-anak remaja sampai warsen, bergerak bersama dalam satu irama pelayanan. Meski waktu persiapan sekitar lima bulan terpotong oleh rangkaian libur besar seperti Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Lebaran, semangat untuk menghadirkan perayaan Paskah perdana yang berkesan tetap menyala dan menjadi energi kolektif yang luar biasa.

Kolaborasi lintas wilayah menjadi warna tersendiri dalam perjalanan ini. Banyak panitia yang sebelumnya belum saling mengenal, namun perlahan berubah menjadi satu tim solid yang kompak dan saling menguatkan. Proses adaptasi berlangsung cepat karena semua dipersatukan oleh tujuan yang sama: melayani umat dengan sepenuh hati. Ditambah lagi, kondisi venue Gereja St. Benediktus yang masih dalam tahap penyelesaian menghadirkan berbagai keterbatasan, mulai dari pengaturan ruang, alur umat, hingga fasilitas pendukung. Namun justru di tengah keterbatasan itu, kreativitas dan gotong royong tumbuh, menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk menghadirkan pelayanan yang tetap maksimal dan hangat.

Antusiasme umat Paroki St. Monika dalam menyambut berdirinya Gereja baru St. Benediktus pun terasa sangat tinggi dan mengharukan. Di tengah kondisi gereja yang masih dalam proses pembangunan dengan keterbatasan tempat duduk dan fasilitas, umat tetap hadir dengan penuh khidmat. Banyak umat yang rela mengikuti misa sambil berdiri, bahkan berbondong-bondong datang sejak tiga jam sebelum misa dimulai demi mendapatkan tempat dan ambil bagian dalam perayaan. Suasana penuh iman ini menghadirkan pengalaman rohani yang kuat—hening, khusyuk, namun sekaligus hangat dan penuh kebersamaan—menjadi bukti nyata kerinduan umat akan rumah ibadah yang baru.

Puncak pelayanan panitia terjadi dalam rangkaian lima hari suci yang dijalani secara non-stop dengan semangat “all out”. Dari Minggu Palma hingga Hari Raya Paskah, seluruh panitia bergerak cepat, saling mengisi, dan menjaga ritme pelayanan. Catatan luar biasa terjadi pada perayaan Jumat Agung dengan jumlah umat mencapai sekitar 3.500 orang, menjadi momen peak terbesar sepanjang rangkaian Pekan Suci perdana ini. Suasana gegap gempita, penuh haru, dan sarat makna terasa di setiap sudut gereja, memperlihatkan betapa besar kerinduan umat untuk merayakan misteri Paskah di gereja baru St. Benediktus.

Pengalaman ini meninggalkan pelajaran berharga bagi seluruh panitia: sebesar apa pun hambatan dalam penyelenggaraan suatu acara, bila dikerjakan dengan iman yang kuat, hati yang tulus, dan kekompakan yang terjaga, semuanya dapat berjalan lebih mudah dan lancar. Perjalanan Wilayah 24 dan Wilayah 25 bukan hanya tentang menyelenggarakan perayaan, tetapi juga tentang membangun persaudaraan, menyalakan semangat pelayanan, dan menghadirkan sukacita iman bersama. Dalam rasa syukur yang mendalam, Paskah perdana Gereja St. Benediktus menjadi momentum bersejarah—epic, hangat, dan penuh berkat—yang akan selalu dikenang sebagai awal yang indah bagi perjalanan komunitas umat ke depan.